Benarkah Harus Punya 100 Juta di Usia 20-an? Cek Faktanya di Sini
Table of Contents
Padahal, jika kita melihat realitas ekonomi dan sosial di Indonesia, memiliki tabungan atau aset senilai Rp100 juta di usia 30 tahun adalah sebuah pencapaian yang luar biasa dan patut dibanggakan.
Artikel ini akan mengupas mengapa target tersebut adalah hal yang realistis dan hebat, serta mengapa kita perlu berhenti membandingkan perjalanan finansial kita dengan orang lain.
Mitos "100 Juta di Usia 20" dan Realitasnya
Narasi "sukses di usia muda" seringkali datang dari konten kreator, influencer finance, atau segelintir orang yang memiliki privilese tertentu. Mereka menampilkan gaya hidup mewah dan pencapaian finansial fantastis, namun seringkali lupa menjelaskan konteks di baliknya.
Pada kenyataannya, bagi sebagian besar anak muda di Indonesia, target ini seringkali tidak realistis karena beberapa faktor krusial:
Upah Minimum dan Gaji Lulusan Baru: Gaji pertama seorang lulusan baru (fresh graduate) di banyak daerah seringkali hanya cukup untuk menutupi biaya hidup bulanan—transportasi, makan, dan sewa tempat tinggal. Menyisihkan jutaan rupiah setiap bulan adalah sebuah tantangan besar.
Tanggung Jawab Keluarga (Generasi Sandwich): Banyak anak muda di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membantu menafkahi orang tua dan adik-adiknya. Pendapatan mereka tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga.
Inflasi dan Kenaikan Biaya Hidup: Biaya kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan terus meningkat. Ini menggerus kemampuan menabung secara signifikan.
Kurangnya Literasi dan Akses Investasi: Tidak semua orang memiliki akses dan pengetahuan yang sama tentang cara mengelola uang dan berinvestasi sejak dini.
Poin utamanya adalah: Narasi di media sosial seringkali menampilkan "hasil akhir" tanpa menunjukkan "proses" dan "modal awal" yang sangat beragam.
Garis Start Setiap Orang Berbeda-Beda
Inilah faktor terpenting yang sering dilupakan. Menganggap semua orang bisa mencapai target finansial yang sama di usia yang sama adalah hal yang keliru. Setiap orang memulai "perlombaan" ini dari titik yang berbeda.
Bayangkan beberapa skenario ini:
Si A: Lulus kuliah tanpa utang, tinggal bersama orang tua sehingga tidak perlu membayar sewa, dan mendapat modal awal untuk berinvestasi.
Si B: Lulus kuliah dengan pinjaman pendidikan, harus merantau dan membayar biaya sewa, serta rutin mengirimkan uang untuk orang tua di kampung.
Si C: Tidak kuliah dan langsung bekerja setelah lulus SMA untuk membantu ekonomi keluarga, dengan pendapatan yang mungkin lebih terbatas.
Apakah adil menuntut Si B dan Si C untuk memiliki pencapaian finansial yang sama dengan Si A di usia 25 tahun? Tentu tidak. Membandingkan perjalanan finansial kita dengan orang lain ibarat membandingkan apel dengan jeruk; keduanya buah, tetapi tumbuh di pohon yang berbeda dengan kondisi yang berbeda pula.
Rp100 Juta di Usia 30: Sebuah Fondasi yang Kokoh
Alih-alih melihatnya sebagai sebuah keterlambatan, mari kita lihat apa arti sesungguhnya memiliki Rp100 juta di usia 30 tahun.
Bukti Disiplin dan Konsistensi: Angka ini tidak muncul dalam semalam. Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin menabung, kemampuan menahan godaan konsumtif, dan mungkin keputusan investasi yang bijak selama bertahun-tahun.
Fondasi Finansial yang Kuat: Memiliki Rp100 juta adalah modal yang sangat solid. Angka ini bisa menjadi uang muka (DP) rumah pertama, modal untuk memulai usaha kecil, dana darurat yang kuat, atau batu loncatan untuk investasi yang lebih besar.
Pengalaman dan Kedewasaan Finansial: Perjalanan mencapai angka ini mengajarkan banyak hal—cara membuat anggaran, menghadapi kegagalan investasi, dan memahami risiko. Pengalaman ini jauh lebih berharga daripada sekadar angka di rekening.
Berhentilah terintimidasi oleh standar kesuksesan orang lain di media sosial. Perjalanan finansial Anda adalah milik Anda sendiri. Tidak ada garis waktu yang benar atau salah.
Meraih Rp100 juta pertama di usia 30, 35, atau bahkan 40 tahun sekalipun tetaplah sebuah kemenangan besar. Itu adalah bukti bahwa Anda bertanggung jawab, berjuang, dan berhasil membangun sesuatu yang berharga untuk masa depan Anda.
Fokuslah pada progres Anda sendiri, sekecil apa pun itu. Rayakan setiap pencapaian, teruslah belajar, dan yang terpenting, bersabarlah dengan proses Anda.
.jpg)
Posting Komentar