Bitcoin Bukan yang Pertama: Sejarah Uang Digital Sebelum Era Crypto
Banyak orang mengira Bitcoin, yang muncul pada tahun 2009, adalah percobaan pertama dalam menciptakan uang digital. Kenyataannya, Bitcoin adalah puncak dari pencarian yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Jauh sebelum Satoshi Nakamoto (pencipta misterius Bitcoin) merilis whitepapernya, banyak pemikir, cypherpunk, dan kriptografer brilian telah mencoba memecahkan teka-teki "uang digital" yang aman dan terdesentralisasi.
Artikel ini akan mengulas para pelopor yang meletakkan fondasi bagi Bitcoin, menjelaskan ide-ide mereka, dan mengapa mereka belum berhasil "meledak" seperti Bitcoin.
1. Mimpi Awal: DigiCash (David Chaum, 1990-an)
Jauh sebelum orang berbicara tentang "blockchain", seorang kriptografer bernama David Chaum sudah sangat peduli dengan privasi di era digital.
Apa Idenya? Pada awal 1990-an, ia mendirikan perusahaan bernama DigiCash. Idenya adalah menciptakan uang elektronik anonim yang disebut "eCash".
Bagaimana Caranya? Menggunakan teknik kriptografi canggih yang disebut "blind signatures" (tanda tangan buta), bank dapat mengeluarkan uang digital tanpa bisa melacak siapa yang membelanjakannya. Ini adalah sistem yang sangat pro-privasi.
Mengapa Gagal? Masalah utamanya: DigiCash terpusat. Sistem ini bergantung pada satu perusahaan (milik Chaum) dan bank-bank yang mau bekerja sama. Ketika perusahaan itu bangkrut pada tahun 1998, mimpi eCash pun ikut berakhir. Ini lebih mirip e-money canggih daripada cryptocurrency.
2. B-money (Wei Dai, 1998)
Wei Dai adalah seorang insinyur komputer yang sangat dihormati di komunitas cypherpunk. Dia adalah orang pertama yang mengusulkan ide mata uang digital yang benar-benar terdesentralisasi (tanpa pusat kendali).
Apa Idenya? Dalam proposalnya yang berjudul "B-money", Dai menguraikan dua sistem.
Bagaimana Caranya? Idenya adalah para peserta (komputer dalam jaringan) akan menyimpan catatan kolektif (seperti buku besar) tentang siapa memiliki uang berapa. Untuk "menciptakan" uang, peserta harus melakukan sejumlah pekerjaan komputasi (cikal bakal "mining" atau penambangan).
Mengapa Gagal? Proposal B-money sangat brilian tetapi tidak lengkap. Proposal itu lebih berupa konsep filosofis dan teknis, namun tidak pernah diimplementasikan sepenuhnya. Masih ada beberapa detail penting yang belum terpecahkan, terutama bagaimana membuat semua peserta sepakat tentang urutan transaksi yang benar.
3. Bit Gold (Nick Szabo, 1998)
Sering dianggap sebagai "kakek" atau pendahulu langsung Bitcoin, Nick Szabo (yang oleh sebagian orang bahkan diduga sebagai Satoshi Nakamoto) mengusulkan konsep bernama "Bit Gold".
Apa Idenya? Szabo ingin menciptakan aset digital yang nilainya tidak bergantung pada pihak ketiga mana pun, sama seperti emas fisik.
Bagaimana Caranya? Mirip dengan B-money, Bit Gold akan diciptakan menggunakan "Proof-of-Work" (Bukti Kerja). Seseorang akan menggunakan kekuatan komputer mereka untuk memecahkan teka-teki kriptografi. Hasil dari teka-teki itu akan menjadi "Bit Gold", yang kemudian dicatat dalam buku besar publik.
Mengapa Gagal? Sama seperti B-money, Bit Gold adalah ide yang revolusioner tetapi menghadapi satu masalah besar yang belum terpecahkan: Masalah Penggunaan Ganda (Double-Spending Problem).
Apa itu Masalah Penggunaan Ganda? Sederhananya: Jika saya punya satu koin digital, apa yang menghentikan saya untuk menyalin koin itu dan mengirimkannya ke dua orang berbeda pada saat yang sama? Di sistem terpusat (seperti bank), bank akan mencegah ini. Tapi di sistem terdesentralisasi, siapa yang jadi wasitnya?
4. Hashcash (Adam Back, 1997)
Secara teknis, Hashcash bukanlah mata uang. Ini adalah ide yang dibuat oleh Adam Back untuk menghentikan email spam.
Apa Idenya? Untuk mengirim email, komputer Anda harus melakukan sedikit "pekerjaan" komputasi yang (secara sederhana) membuktikan bahwa Anda bukan robot spammer. Pekerjaan ini mudah bagi pengirim email biasa, tetapi sangat mahal bagi spammer yang ingin mengirim jutaan email.
Hubungannya dengan Bitcoin? Konsep "Proof-of-Work" (Bukti Kerja) inilah yang kemudian diadopsi oleh Bitcoin sebagai mekanisme "mining" (penambangan).
Kesimpulan: Apa yang Membuat Bitcoin Berbeda?
Satoshi Nakamoto tidak menciptakan Bitcoin dari nol. Kejeniusannya adalah menggabungkan semua ide brilian yang telah ada sebelumnya:
Ide Uang Digital Terdesentralisasi (dari B-money dan Bit Gold).
Mekanisme "Proof-of-Work" (dari Hashcash, B-money, dan Bit Gold).
Buku Besar Publik (Ledger) (dari B-money dan Bit Gold).
Inovasi kunci Satoshi adalah menggunakan Proof-of-Work tidak hanya untuk menciptakan koin, tetapi juga untuk mengamankan buku besar dan memecahkan masalah penggunaan ganda.
Di Bitcoin, para "penambang" berlomba memecahkan teka-teki (Proof-of-Work) untuk mengesahkan sekelompok transaksi (sebuah "blok"). Siapa pun yang menang, bloknya akan ditambahkan ke rantai (menjadikannya "blockchain"). Rantai terpanjang dianggap sebagai rantai yang jujur. Dengan cara ini, seluruh jaringan dapat setuju tentang riwayat transaksi yang benar tanpa memerlukan bank atau bos pusat.
Jadi, Bitcoin bukanlah yang pertama mencoba, tetapi ia adalah yang pertama berhasil menyelesaikan semua teka-teki menjadi satu solusi yang elegan.

Posting Komentar