Crypto: Kebebasan Finansial atau Jebakan Distopia Cyberpunk?
Bayangkan sebuah dunia dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang, diterangi lampu neon yang berkedip di tengah hujan abadi. Di bawahnya, di jalanan yang ramai, para peretas (hacker) dan perusahaan raksasa (megacorporation) bertarung dalam perang data yang tak terlihat. Ini adalah gambaran klasik "cyberpunk"—sebuah genre fiksi ilmiah di mana teknologi sangat canggih, namun kehidupan sosial justru seringkali memburuk ("high tech, low life").
Sekarang, lihatlah cryptocurrency (mata uang kripto). Teknologi ini menjanjikan desentralisasi, kebebasan, dan sistem keuangan baru yang tidak dikontrol oleh bank atau pemerintah.
Namun, apakah crypto benar-benar akan membawa kita ke utopia yang bebas? Atau, mungkinkah ini justru menjadi fondasi bagi masa depan distopia ala cyberpunk yang sering kita tonton di film?
Mari kita bedah kedua sisi mata uang ini.
Sisi "Punk": Crypto sebagai Alat Perlawanan
Inti dari "punk" dalam cyberpunk adalah perlawanan. Ini adalah tentang individu atau kelompok kecil yang berjuang melawan sistem yang menindas. Di sinilah letak janji terbesar crypto.
Melawan Kontrol: Bitcoin, crypto pertama, lahir sebagai respons terhadap krisis keuangan 2008. Idenya adalah menciptakan "uang" yang tidak bisa dikendalikan, dicetak, atau dimanipulasi oleh bank sentral atau pemerintah.
Keuangan untuk Semua: Di dunia cyberpunk, Anda sering melihat karakter yang "tidak terdaftar" atau hidup di luar sistem. Di dunia nyata, miliaran orang tidak memiliki akses ke bank. Crypto menawarkan sistem keuangan yang terbuka (permissionless)—siapa pun yang memiliki internet dapat berpartisipasi.
Privasi (Semu): Crypto seperti Monero atau Zcash menawarkan transaksi anonim. Ini sejalan dengan gambaran peretas cyberpunk yang beroperasi "di bawah radar" untuk menghindari pengawasan total dari penguasa.
Dari sudut pandang ini, crypto adalah alat "punk" yang sempurna. Ini adalah cara bagi rakyat jelata untuk memiliki kedaulatan finansial mereka sendiri, persis seperti yang diimpikan para pemberontak di cerita cyberpunk.
Sisi "Cyber": Teknologi yang Bisa Berbalik Arah
Setiap teknologi canggih di dunia cyberpunk adalah pedang bermata dua. Ia memberi kekuatan, tapi juga menciptakan bahaya baru. Crypto tidak terkecuali, dan di sinilah sisi distopianya muncul.
1. "Megacorporation" Baru
Dunia cyberpunk tidak dikuasai pemerintah, tetapi oleh perusahaan raksasa. Lihatlah dunia crypto sekarang.
Meskipun teknologinya terdesentralisasi, sebagian besar aktivitas perdagangan terjadi di platform terpusat (Centralized Exchanges). Perusahaan-perusahaan ini, seperti layaknya bank, dapat membekukan akun Anda, melacak data Anda, dan wajib mematuhi peraturan pemerintah. Ironisnya, kita mungkin hanya sedang membangun "bank" baru yang lebih canggih.
2. Kesenjangan "High Tech, Low Life"
Tema utama cyberpunk adalah kesenjangan ekstrem antara si kaya dan si miskin. Teknologi memperlebar jurang itu.
Di dunia crypto, kita melihat hal yang sama. "Whales" (pemegang koin dalam jumlah besar) dan pemodal ventura dapat memanipulasi pasar. Sementara itu, banyak investor ritel kecil yang kehilangan tabungan hidup mereka karena scam, rug pull, atau volatilitas pasar. Teknologi yang seharusnya membebaskan, justru menciptakan kelas elit baru.
3. Mimpi Buruk Pengawasan: CBDC
Inilah skenario yang paling "cyberpunk" dari semuanya: Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Mata Uang Digital Bank Sentral.
Banyak negara kini berlomba-lomba membuat "crypto" versi mereka sendiri. Bedanya, CBDC akan 100% terpusat dan dikontrol oleh pemerintah.
Bayangkan sebuah dunia di mana pemerintah tidak hanya tahu setiap transaksi yang Anda lakukan, tetapi juga bisa:
Memprogram uang Anda: "Uang bantuan ini hanya bisa dibelanjakan untuk beras, tidak bisa untuk rokok."
Memberi tanggal kedaluwarsa: "Gunakan uang Anda sebelum akhir bulan, atau uang itu akan hangus."
Mematikan akses Anda: "Anda mengkritik pemerintah di media sosial. Akun bank Anda kami bekukan."
Ini adalah tingkat pengawasan dan kontrol sosial yang bahkan tidak terbayangkan oleh penulis fiksi ilmiah puluhan tahun lalu.
Kesimpulan: Jadi, Cyberpunk atau Bukan?
Apakah crypto akan membawa kita ke masa depan cyberpunk? Jawabannya adalah: crypto adalah teknologinya, tetapi kitalah yang menentukan alurnya.
Masa depan kita kemungkinan besar tidak akan menjadi satu utopia atau satu distopia murni, melainkan campuran keduanya:
Akan ada "Underground": Akan selalu ada crypto yang benar-benar terdesentralisasi (seperti Bitcoin atau Monero) yang digunakan oleh mereka yang ingin beroperasi di luar sistem, sama seperti para "punk" dalam cerita.
Akan ada "The System": Akan ada CBDC dan crypto yang diregulasi ketat oleh korporasi besar. Ini akan menjadi sistem keuangan utama yang digunakan oleh mayoritas orang, yang menawarkan kenyamanan dengan mengorbankan privasi.
Pada akhirnya, crypto bukanlah jawabannya, melainkan alat. Seperti halnya internet, ia bisa digunakan untuk menyebarkan pengetahuan dan kebebasan, atau untuk menyebarkan disinformasi dan membangun sistem pengawasan total.
Pertarungan sesungguhnya saat ini adalah tentang siapa yang akan mengendalikan infrastruktur keuangan masa depan ini—apakah itu kita (publik) atau mereka (korporasi dan penguasa). Dan pertarungan itulah yang terasa sangat... cyberpunk.

Posting Komentar