Kenapa Koin Baru Listing di Binance Selalu Turun? Ini Penjelasan Lengkapnya
Bagi investor cryptocurrency, momen ketika sebuah koin baru terdaftar (listing) di bursa besar seperti Binance seringkali dianggap sebagai peluang emas. Harapannya harga akan melesat ke bulan ("to the moon"). Namun, realitas yang sering terjadi justru sebaliknya: harga melonjak sesaat dalam hitungan detik, lalu turun tajam dan terus merosot dalam beberapa hari atau minggu berikutnya.
Mengapa hal ini terjadi? Apakah ini penipuan? Jawabannya bukan penipuan, melainkan mekanisme pasar. Berikut adalah penjelasan sederhana mengapa koin yang baru listing sering mengalami penurunan harga yang drastis.
1. Fenomena "Buy the Rumor, Sell the News"
Ini adalah hukum tidak tertulis paling klasik di dunia investasi.
Buy the Rumor (Beli saat rumor): Jauh sebelum koin masuk Binance, spekulasi sudah beredar. Trader membeli koin tersebut di bursa kecil (DEX) atau mengumpulkan BNB untuk farming di Launchpool karena berekspektasi harganya akan naik saat masuk Binance.
Sell the News (Jual saat berita terjadi): Ketika momen listing benar-benar terjadi, ekspektasi itu sudah selesai. Para trader yang sudah membeli di awal tadi beramai-ramai menjual asetnya untuk merealisasikan keuntungan (Take Profit). Tekanan jual massal inilah yang membuat harga langsung terbanting.
2. Tekanan Jual dari Pemburu Airdrop dan Launchpool
Binance sering menggunakan sistem Launchpool atau Launchpad, di mana pengguna bisa mendapatkan koin baru secara "gratis" dengan cara menaruh (staking) BNB atau FDUSD mereka.
Mentalitas "Uang Gratis": Bagi para peserta Launchpool, koin yang mereka dapatkan adalah bonus.
Aksi Jual Cepat: Segera setelah koin tersebut bisa diperdagangkan, mayoritas peserta Launchpool akan langsung menjualnya ke pasar untuk ditukar menjadi Stablecoin (USDT/USDC). Mereka tidak peduli dengan fundamental proyek jangka panjang; tujuan mereka hanya mengamankan keuntungan instan.
3. Pintu Keluar bagi Investor Awal (Exit Liquidity)
Sebelum sebuah koin masuk ke bursa publik seperti Binance, biasanya sudah ada investor tahap awal (seperti Venture Capital atau pembeli Private Sale) yang membeli koin tersebut dengan harga sangat murah, jauh di bawah harga listing.
Ketika listing terjadi, ini adalah momen yang mereka tunggu-tunggu. Likuiditas (uang pembeli) di Binance sangat besar.
Investor ritel (pengguna biasa) yang baru masuk saat listing seringkali tanpa sadar menjadi "Exit Liquidity"—artinya, uang yang Anda pakai untuk membeli koin tersebut sebenarnya masuk ke kantong investor awal yang sedang mencairkan keuntungan ribuan persen mereka.
4. Pencarian Harga Wajar (Price Discovery)
Saat detik pertama koin dibuka (misalnya di harga $1), lalu melonjak ke $10, itu seringkali bukan harga wajar, melainkan harga yang terbentuk karena FOMO (Fear of Missing Out) sesaat.
Setelah euforia mereda, pasar akan mulai mencari harga keseimbangan yang sebenarnya.
Proses ini biasanya menyakitkan. Harga akan terus turun sampai menemukan titik di mana pembeli besar merasa harga tersebut sudah "masuk akal" atau undervalued untuk dibeli kembali.
Kesimpulan: Apa yang Harus Dilakukan Investor?
Jatuhnya harga saat listing di Binance adalah hal yang lumrah karena gabungan dari aksi ambil untung (profit taking) dan tingginya suplai yang masuk ke pasar secara tiba-tiba.

Posting Komentar