ZMedia Purwodadi

Apa Itu Soft Fork Bitcoin? Penjelasan Lengkap dan Sederhana

Table of Contents

 Dalam dunia teknologi, aplikasi di ponsel Anda butuh pembaruan (update) secara berkala untuk mendapatkan fitur baru atau perbaikan keamanan. Bitcoin, sebagai sebuah perangkat lunak (software) dan jaringan uang digital, juga memerlukan pembaruan.

Namun, meng-update Bitcoin jauh lebih rumit daripada meng-update Instagram. Di dunia blockchain, cara kita melakukan pembaruan ini disebut dengan Fork.

Secara khusus, kita akan membahas Soft Fork—metode pembaruan yang dianggap "sopan", halus, dan tidak memecah belah komunitas.

Apa Itu Soft Fork?

Secara sederhana, Soft Fork adalah perubahan pada protokol (aturan) Bitcoin yang bersifat kompatibel ke belakang (backward compatible).

Artinya, jika jaringan Bitcoin melakukan Soft Fork, aturan baru tersebut masih bisa dikenali dan diterima oleh komputer (node) yang masih menggunakan aturan lama. Pengguna tidak dipaksa untuk melakukan upgrade jika mereka tidak mau, dan mereka tetap bisa berpartisipasi dalam jaringan yang sama.

Analogi Sederhana: "Aturan Makanan Vegetarian"

Untuk membayangkan bagaimana Soft Fork bekerja, bayangkan sebuah restoran dengan aturan lama dan aturan baru:

  1. Aturan Lama (Node Lama): Restoran memperbolehkan semua jenis makanan (Daging dan Sayuran).

  2. Aturan Baru/Soft Fork (Node Baru): Restoran memutuskan untuk menjadi lebih ketat, hanya memperbolehkan Sayuran.

Apa yang terjadi? Jika koki (Miner) menyajikan sepiring Salad (makanan sesuai aturan baru):

  • Orang dengan aturan baru akan menerimanya karena itu sayuran.

  • Orang dengan aturan lama juga akan menerimanya. Mengapa? Karena bagi mereka, aturannya adalah "semua makanan boleh", dan salad termasuk makanan.

Inilah inti dari Soft Fork: Pengetatan aturan. Selama blok baru yang dihasilkan mematuhi aturan yang lebih ketat, node lama (yang aturannya lebih longgar) akan tetap menganggapnya valid.


Bagaimana Cara Kerjanya di Jaringan Bitcoin?

Dalam teknisnya, Soft Fork biasanya melibatkan mayoritas penambang (miners) yang setuju untuk mengadopsi aturan baru.

  1. Penerapan Aturan: Mayoritas penambang mulai memproduksi blok dengan aturan baru yang lebih ketat.

  2. Node Lama: Komputer yang belum di-update melihat blok-blok baru ini. Karena blok tersebut masih memenuhi kriteria dasar aturan lama, node lama menerimanya begitu saja.

  3. Hasilnya: Jaringan tetap bersatu dalam satu rantai blockchain. Tidak ada perpecahan koin (seperti yang terjadi pada Hard Fork).

Bedanya dengan Hard Fork

Agar lebih paham, kita perlu membandingkannya sedikit dengan lawannya, yaitu Hard Fork:

FiturSoft Fork (Pembaruan Halus)Hard Fork (Pembaruan Keras)
Sifat UpdateOpsional (Sukarela).Wajib (Mandatory).
KompatibilitasKompatibel dengan versi lama.Tidak kompatibel dengan versi lama.
Jika tidak updateAnda tetap berada di jaringan utama.Anda akan tertinggal di jaringan yang berbeda/terpisah.
ResikoRendah (jarang memecah koin).Tinggi (bisa melahirkan koin baru, misal: Bitcoin Cash).

Contoh Nyata: SegWit (2017)

Salah satu contoh Soft Fork paling terkenal dalam sejarah Bitcoin adalah Segregated Witness (SegWit) pada tahun 2017.

Update ini bertujuan untuk mengubah cara data transaksi disimpan agar satu blok bisa memuat lebih banyak transaksi. Para pengembang Bitcoin berhasil merancang SegWit sedemikian rupa sehingga node lama yang "gaptek" tidak menyadari adanya perubahan struktur data, namun tetap menganggap transaksi tersebut valid. Ini memungkinkan Bitcoin menjadi lebih cepat dan efisien tanpa memecah jaringan menjadi dua.

Mengapa Soft Fork Itu Penting?

Soft Fork adalah metode yang lebih disukai oleh komunitas Bitcoin karena sifatnya yang minim konflik.

Di dunia yang terdesentralisasi di mana tidak ada bos atau CEO yang bisa memaksa semua orang untuk menekan tombol "Update", Soft Fork adalah solusi diplomatik. Ia memungkinkan inovasi dan perbaikan keamanan terus berjalan tanpa harus meninggalkan pengguna lama di belakang. 

Kesimpulan

Soft Fork adalah bukti kecanggihan desain Bitcoin. Ia memungkinkan sistem moneter global ini untuk berevolusi dan beradaptasi dengan teknologi baru secara mulus, menjaga jaringan tetap satu dan kuat, tanpa memaksa penggunanya untuk berubah jika mereka belum siap.

Posting Komentar