ZMedia Purwodadi

Arsitektur Web3: Memahami Peran Frontend, Backend, dan Smart Contract

Table of Contents

Dalam transisi dari Web2 (internet yang kita kenal sekarang seperti Facebook, Google) menuju Web3 (internet terdesentralisasi), sering muncul pertanyaan mendasar: "Apakah konsep Frontend dan Backend masih berlaku?"

Jawabannya singkat: Ya, masih ada. Namun, cara kerjanya—terutama di bagian Backend—berubah secara drastis.

Mari kita bayangkan ini seperti sebuah Restoran vs. Vending Machine (Mesin Penjual Otomatis).

Analogi Sederhana: Restoran vs. Vending Machine

  1. Web2 adalah Restoran Mewah: Anda (User) duduk di meja dan melihat menu (Frontend). Anda memesan makanan kepada pelayan (API). Pelayan membawa pesanan ke dapur tertutup (Backend/Server). Anda tidak tahu seberapa bersih dapurnya atau bagaimana koki memasaknya. Anda harus "percaya" pada restorannya.

  2. Web3 adalah Vending Machine Kaca Transparan: Anda berdiri di depan mesin (Frontend). Anda melihat barangnya dan menekan tombol. Mekanisme mesin (Smart Contract/Blockchain) bergerak secara otomatis di depan mata Anda untuk mengeluarkan barang. Tidak ada dapur tertutup, tidak ada perantara manusia. Semuanya transparan dan otomatis.


1. Web3 Frontend: Wajah yang Familiar, Kunci yang Berbeda

Secara visual, Frontend Web3 (sering disebut dApp atau Decentralized App) terlihat hampir identik dengan Web2. Jika Anda membuka Uniswap atau OpenSea, tampilannya mirip dengan website biasa.

  • Teknologi: Masih menggunakan HTML, CSS, JavaScript, dan framework populer seperti React.js atau Next.js.

  • Perbedaan Utama: Cara Anda "Masuk".

    • Di Web2, Anda login menggunakan Email & Password. Data Anda disimpan di server mereka.

    • Di Web3, Anda login menggunakan Wallet (seperti MetaMask atau Phantom). Website tidak menyimpan password Anda; mereka hanya membaca "identitas publik" dompet Anda.

Tugas Frontend Web3: Bukan lagi berbicara dengan server database pusat, melainkan "berbicara" dengan Blockchain melalui bantuan library khusus (seperti Ethers.js atau Web3.js).

2. Web3 Backend: Jantung yang Berbeda (The Blockchain)

Di sinilah perubahan radikal terjadi. Di Web2, "Backend" adalah server milik perusahaan (seperti AWS atau Google Cloud) yang menyimpan database. Jika server mati, aplikasi mati.

Di Web3, Backend-nya adalah Blockchain itu sendiri.

  • Pengganti Server: Jaringan komputer di seluruh dunia (Nodes) yang menjalankan Blockchain (Ethereum, Solana, dll).

  • Pengganti Logika Aplikasi: Disebut Smart Contract.

    • Smart Contract adalah kode program yang ditanam di dalam Blockchain. Sekali di-deploy (ditanam), kode ini tidak bisa diubah oleh siapa pun (termasuk pembuatnya) dan akan berjalan otomatis sesuai perintah.

  • Pengganti Database: Buku besar (Ledger) Blockchain yang mencatat semua transaksi secara permanen.


Bagaimana Cara Kerjanya? (Alur Transaksi)

Mari kita lihat alur sederhana ketika Anda ingin membeli sebuah NFT atau menukar koin di Web3:

  1. Frontend (Web): Anda menekan tombol "Beli" di website.

  2. Wallet Trigger: Website tidak bisa langsung memproses uang Anda. Website akan "memanggil" Dompet Crypto Anda (misalnya muncul pop-up dari MetaMask).

  3. Signing (Tanda Tangan): Anda menyetujui transaksi di dompet tersebut. Ini adalah kunci keamanannya. Hanya Anda yang bisa mengizinkan ini.

  4. RPC Call (Jembatan): Dompet Anda mengirimkan permintaan tersebut ke "Node" (komputer penjaga jaringan Blockchain).

  5. Smart Contract Eksekusi: Blockchain memverifikasi tanda tangan Anda, lalu Smart Contract berjalan otomatis: "Ambil koin dari Dompet A, kirim NFT ke Dompet A, simpan koin di kas negara."

  6. Update: Data di Blockchain diperbarui, dan Frontend website Anda menampilkan: "Transaksi Berhasil".

Tabel Perbandingan Singkat

FiturWeb2 (Tradisional)Web3 (Desentralisasi)
Tempat PenyimpananServer Pusat (AWS, Google)Blockchain (Tersebar di ribuan komputer)
Logika ProgramBackend Code (Python, Node.js)Smart Contract (Solidity, Rust)
DatabaseMySQL, MongoDBBlockchain Ledger
Login UserEmail & PasswordConnect Wallet (Public Key)
Siapa yang Mengontrol?Perusahaan pemilik websiteKode (Code is Law) & Komunitas

Kesimpulan

Di Web3, Frontend bertugas memberikan tampilan antarmuka yang cantik agar manusia bisa berinteraksi dengan mudah. Backend telah berevolusi dari server tertutup menjadi jaringan Blockchain terbuka yang dijalankan oleh Smart Contract.

Jadi, jika Anda seorang Web Developer yang ingin pindah ke Web3:

  • Jika Anda Frontend Dev: Anda hanya perlu belajar cara menghubungkan website ke Wallet (Web3.js).

  • Jika Anda Backend Dev: Anda perlu belajar bahasa baru (Solidity/Rust) untuk menulis Smart Contract.


Posting Komentar