ZMedia Purwodadi

Mengenal Fungsi Utama dan Penunjang Bank Indonesia: Penjelasan Sederhana

Table of Contents

Banyak dari kita mungkin hanya melihat logo "Bank Indonesia" saat menarik uang dari dompet. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya pekerjaan Bank Indonesia selain mencetak uang kertas dan logam yang kita gunakan sehari-hari?

Ibarat sebuah kapal besar bernama "Ekonomi Indonesia", Bank Indonesia adalah nahkoda yang bertugas menjaga kapal tetap stabil, tidak peduli seberapa besar ombak (krisis) yang menghantam.

Berikut adalah penjelasan sederhana mengenai fungsi utama dan penunjang Bank Indonesia.

Tujuan Tunggal: Sang Penjaga Kestabilan

Sebelum masuk ke fungsi-fungsinya, kita harus tahu "Goal Besar" BI. Berbeda dengan bank umum (seperti BCA, Mandiri, atau BRI) yang mencari keuntungan, Bank Indonesia memiliki satu tujuan utama: Mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah.

Kestabilan ini ada dua wajah:

  1. Stabil terhadap barang/jasa: Harga-harga (seperti cabai, beras, bensin) tidak naik gila-gilaan (Inflasi terjaga).

  2. Stabil terhadap mata uang asing: Nilai tukar Rupiah tidak anjlok drastis terhadap Dolar AS atau mata uang negara lain.

Untuk mencapai tujuan itu, BI punya tiga "senjata" utama (Tiga Pilar):

1. Fungsi Moneter (Si Pengatur Gas dan Rem)

Bayangkan ekonomi kita adalah sebuah mobil. BI adalah pengemudi yang memegang pedal gas dan rem.

  • Jika ekonomi terlalu panas (harga barang naik terus/inflasi tinggi): BI akan menginjak "rem" dengan cara menaikkan suku bunga. Ini membuat orang lebih suka menabung daripada belanja, sehingga harga barang turun kembali.

  • Jika ekonomi lesu (daya beli turun): BI akan menginjak "gas" dengan menurunkan suku bunga, supaya orang dan bisnis berani meminjam uang ke bank untuk usaha, sehingga ekonomi bergerak lagi.

2. Fungsi Sistem Pembayaran (Si Polisi Lalu Lintas Uang)

BI memastikan uang berpindah tangan dengan aman, cepat, dan lancar. Tanpa fungsi ini, transaksi jual beli bisa macet.

  • Uang Tunai: BI satu-satunya lembaga yang berhak mencetak, mengedarkan, dan menarik uang Rupiah yang sudah lusuh.

  • Uang Digital (Non-Tunai): BI mengatur "jalan tol" pembayaran digital. Contoh paling nyata adalah QRIS dan BI-FAST. Berkat BI, kita bisa transfer antar bank dengan biaya murah (Rp2.500) dan bayar jajan tinggal scan pakai HP.

3. Stabilitas Sistem Keuangan (Si Penjaga Pondasi)

Jika OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengawasi kesehatan satu per satu bank, maka BI mengawasi kesehatan sistemnya secara keseluruhan (Makroprudensial).

  • BI memastikan tidak ada risiko yang bisa membuat satu bank bangkrut lalu menular ke bank-bank lain (efek domino).

  • BI memantau agar kredit yang disalurkan bank ke masyarakat seimbang—tidak terlalu seret, tapi juga tidak terlalu obral (yang bisa bikin kredit macet massal).

Fungsi Penunjang: Sang Pendukung di Balik Layar

Selain tiga tugas raksasa di atas, BI juga memiliki fungsi pendukung agar tugas utamanya berjalan mulus:

  1. Riset dan Statistik: BI adalah gudang data ekonomi. Mereka meneliti pola belanja masyarakat dan pergerakan harga pasar. Data ini dipakai pemerintah dan investor untuk mengambil keputusan penting.

  2. Hubungan Internasional: BI menjadi wakil Indonesia di forum keuangan dunia (seperti G20 atau IMF). Tujuannya untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia.

  3. Edukasi dan Inklusi Keuangan: Program-program agar masyarakat melek finansial, tahu cara membedakan uang asli dan palsu, serta mendorong UMKM agar bisa masuk ke pasar digital.

Kesimpulan

Bank Indonesia bekerja dalam senyap. Saat Anda bisa membeli kopi dengan harga wajar, saat transfer gaji masuk tepat waktu tanpa gangguan, dan saat nilai tukar Rupiah terjaga, itulah tanda bahwa Bank Indonesia sedang bekerja keras menjalankan fungsinya. Mereka adalah "penjaga gawang" ekonomi kita agar tetap aman dan sejahtera.

Posting Komentar