ZMedia Purwodadi

Prediksi Arthur Hayes: Mengapa HYPE (Hyperliquid) Bakal Merajai Pasar Crypto?

Table of Contents

Dunia cryptocurrency tidak pernah lepas dari tokoh-tokoh besar yang menggerakkan pasar melalui opini dan analisis mereka. Salah satu suara yang paling didengar adalah Arthur Hayes, pendiri BitMEX dan seorang penulis esai crypto yang legendaris.

Baru-baru ini, Hayes kembali menarik perhatian dengan menyoroti satu nama yang ia yakini akan menjadi bintang utama atau "pemenang" di siklus pasar saat ini: HYPE (Hyperliquid).

Apa sebenarnya yang dimaksud oleh Hayes, dan mengapa ini penting bagi sentimen pasar? Mari kita bedah secara sederhana.

1. Apa Itu Narasi "Pemenang Siklus"?

Dalam setiap periode bull market (pasar naik), selalu ada satu atau dua koin yang performanya jauh melampaui Bitcoin atau Ethereum.

  • Contoh masa lalu: Di siklus 2020-2021, Solana (SOL) dan Avalanche (AVAX) menjadi bintang karena menawarkan transaksi cepat dan murah.

Untuk siklus kali ini, Arthur Hayes berpendapat bahwa pasar sedang mencari sesuatu yang baru. Bukan sekadar janji teknologi masa depan, tetapi aplikasi yang benar-benar digunakan orang sekarang juga. Di sinilah HYPE masuk.

2. Mengapa Hayes Memilih HYPE (Hyperliquid)?

Hyperliquid (HYPE) adalah sebuah Decentralized Exchange (DEX) atau tempat pertukaran aset crypto yang terdesentralisasi, namun dengan kecepatan yang luar biasa.

Berikut adalah alasan sederhana mengapa Hayes sangat optimis (bullish) terhadap HYPE:

  • Menghapus Trauma Masa Lalu: Setelah kebangkrutan FTX (bursa terpusat), orang-orang takut menyimpan uang di bursa biasa. HYPE menawarkan solusi: trading secepat bursa biasa, tapi aset tetap dipegang sendiri oleh pengguna (on-chain).

  • Produk yang "Masuk Akal": Banyak proyek crypto hanya menjual mimpi. HYPE, menurut Hayes, sudah memiliki produk yang matang, volume transaksi miliaran dolar, dan komunitas yang sangat aktif sebelum tokennya diluncurkan secara luas.

  • Valuasi yang Belum "Meledak": Hayes melihat bahwa dibandingkan dengan kompetitor lain (seperti Solana atau Ethereum), valuasi HYPE masih dianggap "murah" jika melihat seberapa banyak orang yang menggunakannya setiap hari.

3. Dampaknya Terhadap Sentimen Pasar

Ketika seorang thought leader (pemimpin pemikiran) sekelas Arthur Hayes berbicara, pasar cenderung bereaksi. Dukungan Hayes terhadap HYPE membawa dampak psikologis:

  • Validasi Institusional: Investor yang awalnya ragu kini merasa lebih yakin bahwa sektor Perpetual DEX (tempat trading kontrak berjangka desentralisasi) adalah narasi utama tahun ini.

  • Efek FOMO (Fear of Missing Out): Narasi ini menciptakan gelombang antusiasme baru. Trader mulai memindahkan modal mereka dari koin-koin lama (yang dianggap lambat) ke proyek-proyek baru yang memiliki utilitas nyata seperti HYPE.

  • Standar Baru: Hayes secara tidak langsung menaikkan standar. Proyek crypto lain kini dituntut untuk memiliki produk yang berfungsi lancar, bukan sekadar whitepaper (proposal) kosong.

Kesimpulan: Apa Artinya Bagi Kita?

Arthur Hayes sedang memberitahu pasar bahwa zaman "koin meme tanpa guna" atau "koin teknologi hantu" mungkin mulai bergeser.

HYPE dinobatkan sebagai calon pemenang karena ia menggabungkan dua hal yang paling dicari pasar saat ini: Keamanan Desentralisasi dan Kenyamanan Pengguna.

Jika prediksi Hayes benar, kita mungkin akan melihat pergeseran tren besar-besaran di mana uang akan mengalir deras ke platform-platform yang benar-benar memfasilitasi aktivitas ekonomi nyata di dunia digital.

Posting Komentar