ZMedia Purwodadi

Tragedi Terra LUNA: Kisah "Kiamat" Crypto yang Menghapus Rp900 Triliun

Table of Contents

Dalam sejarah panjang dunia finansial, jarang sekali ada peristiwa yang menghapus kekayaan ratusan triliun rupiah hanya dalam hitungan hari. Namun, itulah yang terjadi pada Mei 2022. Tragedi runtuhnya Terra (LUNA) dan stablecoin UST bukan sekadar soal angka atau grafik yang merah; ini adalah kisah tentang kepercayaan yang hancur dan dampak kemanusiaan yang nyata.

Berikut adalah penjelasan sederhana mengenai apa yang terjadi, mengapa ini begitu mengerikan, dan pelajaran mahal apa yang ditinggalkannya.

1. Apa Itu Terra (LUNA) dan UST?

Sebelum tragedi terjadi, Terra adalah salah satu proyek kripto terbesar di dunia. Mereka memiliki dua koin utama yang saling berhubungan:

  • UST (TerraUSD): Sebuah stablecoin yang nilainya dipatok harus selalu sama dengan $1 AS. Berbeda dengan USDT atau USDC yang dijamin oleh uang tunai di bank, UST dijamin oleh algoritma (kode komputer) dan koin pasangannya, LUNA.

  • LUNA: Token yang berfungsi menyerap volatilitas. Jika harga UST turun sedikit di bawah $1, sistem akan "membakar" LUNA untuk menstabilkan harga UST kembali, dan sebaliknya.

Daya Tariknya: Terra memiliki "bank" bernama Anchor Protocol yang menawarkan bunga tabungan sebesar 20% per tahun untuk siapa saja yang menyimpan UST di sana. Angka ini sangat tinggi dan dianggap sebagai "tempat aman" (safe haven) oleh banyak investor ritel untuk menaruh tabungan hidup mereka.

2. Bagaimana Bencana Itu Bermula?

Bayangkan sebuah bendungan yang retak. Pada awal Mei 2022, terjadi penarikan dana besar-besaran dari UST. Tekanan jual yang begitu hebat membuat algoritma penyeimbangnya gagal bekerja.

  • Mekanisme yang Rusak: Karena harga UST jatuh di bawah $1 (de-peg), sistem secara otomatis mencetak triliunan koin LUNA baru untuk mencoba menaikkan harga UST.

  • Hiperinflasi: Akibatnya, jumlah koin LUNA membanjir di pasar. Harganya jatuh bebas dari sekitar $80 (Rp1,2 juta) menjadi nol koma sekian sen dalam waktu kurang dari 72 jam.

  • Kepanikan Massal: Investor panik. Mereka yang menaruh uang pensiun, dana pendidikan, atau tabungan rumah di Anchor Protocol melihat nilai aset mereka lenyap menjadi debu di depan mata.

Di dunia finansial, fenomena ini disebut sebagai "Death Spiral" atau Spiral Kematian.

3. Sisi Kemanusiaan: Mengapa Ini Disebut Tragedi?

Yang membuat kasus Terra LUNA begitu menyedihkan bukanlah kegagalan teknologinya semata, melainkan dampaknya terhadap manusia biasa.

  • Kehilangan Tabungan Seumur Hidup: Banyak orang yang bukan trader profesional ikut terjebak. Mereka hanya orang biasa yang percaya bahwa UST adalah "dolar digital" yang aman dan stabil.

  • Dampak Psikologis: Forum-forum komunitas seperti Reddit dan Twitter dibanjiri kisah-kisah memilukan. Ada laporan tentang orang-orang yang kehilangan rumah, keluarga yang hancur, hingga isu kesehatan mental yang serius dan kasus bunuh diri di berbagai negara akibat keputusasaan finansial.

  • Efek Domino: Kehancuran ini menyeret perusahaan besar lain (seperti Three Arrows Capital, Celsius, dan Voyager) ke dalam kebangkrutan, memperluas penderitaan ke lebih banyak nasabah di platform lain.

Total kerugian diperkirakan mencapai $60 Miliar (sekitar Rp900 Triliun)—sebuah angka yang setara dengan PDB negara kecil.

4. Pelajaran Mahal Bagi Kita Semua

Tragedi Terra LUNA mengajarkan tiga hal krusial bagi siapa saja yang terlibat di pasar keuangan:

  1. Tidak Ada yang "Terlalu Besar untuk Gagal": Meskipun LUNA saat itu masuk dalam 10 besar aset kripto dunia, ia tetap bisa hancur dalam sekejap.

  2. Waspada Bunga Tinggi: Jika ada instrumen investasi yang menawarkan bunga tetap 20% tanpa risiko yang jelas, itu adalah tanda bahaya. Dalam investasi, high return selalu diikuti high risk.

  3. Jangan Taruh Semua Telur dalam Satu Keranjang: Diversifikasi adalah kunci pertahanan terakhir. Jangan pernah menaruh seluruh kekayaan pada satu aset, seaman apa pun klaimnya.

Kesimpulan

Runtuhnya Terra LUNA akan selalu dikenang sebagai Black Swan Event (peristiwa langka yang berdampak ekstrem) dalam sejarah crypto. Ia menjadi pengingat pahit bahwa di balik kecanggihan teknologi blockchain, hukum ekonomi dasar dan risiko pasar tetap berlaku tanpa pandang bulu.

Posting Komentar