Apa itu SHA-256? Mengenal Sejarah dan Cara Kerja Hash Secara Sederhana
Dalam dunia digital yang serba cepat, keamanan data adalah fondasi utama. Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana kata sandi Anda tetap aman di server atau bagaimana transaksi digital dipastikan keasliannya? Jawabannya sering kali terletak pada sebuah algoritma bernama SHA-256.
Meskipun sering disebut sebagai bagian dari "enkripsi", secara teknis SHA-256 adalah sebuah fungsi hash satu arah. Mari kita bedah sejarah dan cara kerjanya dengan bahasa yang sederhana.
1. Sejarah Singkat: Warisan dari NSA
SHA-256 adalah singkatan dari Secure Hash Algorithm 256-bit. Algoritma ini dirancang oleh National Security Agency (NSA) di Amerika Serikat dan diterbitkan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST) pada tahun 2001.
Ia lahir sebagai bagian dari keluarga SHA-2, yang diciptakan untuk menggantikan pendahulunya, SHA-1, yang mulai menunjukkan celah keamanan. Sejak saat itu, SHA-256 menjadi standar emas dalam dunia keamanan siber, digunakan untuk segala hal mulai dari sertifikat SSL situs web hingga validasi data penting.
2. Perbedaan Penting: Hashing vs Enkripsi
Sebelum masuk lebih dalam, kita perlu meluruskan satu hal: SHA-256 bukanlah enkripsi.
Enkripsi (Dua Arah): Seperti peti yang dikunci. Anda memasukkan data, menguncinya dengan kunci, dan orang lain bisa membukanya kembali jika punya kuncinya.
Hashing (Satu Arah): Seperti mesin penghancur kertas yang sangat canggih. Anda memasukkan selembar dokumen, dan mesin tersebut mengeluarkan "remah-remah" dengan pola tertentu yang unik. Anda tidak bisa menyusun remah-remah itu kembali menjadi dokumen asli, tetapi Anda bisa tahu jika dokumen yang dimasukkan adalah dokumen yang sama berdasarkan pola remah-remahnya.
3. Cara Kerja Matematika SHA-256 (Analogi Dapur)
Bayangkan Anda sedang membuat resep masakan. SHA-256 bekerja dengan cara yang mirip melalui langkah-langkah berikut:
Input (Bahan Baku): Data apa pun (teks, gambar, atau file video) dimasukkan ke dalam sistem.
Pemrosesan (Memasak): Algoritma melakukan serangkaian operasi matematika yang kompleks seperti pergeseran bit (bit shifting), rotasi, dan logika "AND", "OR", dan "XOR".
Output (Hasil Jadi): Hasilnya selalu berupa string sepanjang 64 karakter (terdiri dari angka dan huruf A-F) yang mewakili 256 bit.
Karakteristik Utama SHA-256:
Deterministik: Jika Anda memasukkan kata "Halo", hasilnya akan selalu sama selamanya.
Efek Longsor (Avalanche Effect): Jika Anda mengubah satu titik saja pada file besar, hasil hash-nya akan berubah total. Ini memudahkan kita mendeteksi manipulasi data.
Tahan Tabrakan (Collision Resistant): Hampir mustahil bagi dua data berbeda untuk menghasilkan hash yang sama.
4. Perbandingan Keluarga SHA
Berikut adalah tabel singkat untuk melihat evolusi algoritma ini:
| Algoritma | Tahun Rilis | Panjang Output (Bits) | Status Keamanan |
| SHA-1 | 1995 | 160 | Sudah Tidak Aman |
| SHA-256 | 2001 | 256 | Sangat Aman |
| SHA-512 | 2001 | 512 | Sangat Aman |
5. Mengapa SHA-256 Begitu Penting?
Tanpa SHA-256, internet akan menjadi tempat yang sangat berbahaya. Berikut kegunaan utamanya:
Verifikasi Perangkat Lunak: Memastikan file yang Anda unduh tidak disisipi virus oleh pihak ketiga.
Tanda Tangan Digital: Memvalidasi bahwa dokumen elektronik benar-benar berasal dari pengirim aslinya.
Teknologi Blockchain: Menjadi tulang punggung keamanan dalam mencatat transaksi agar tidak bisa diubah-ubah.
Kesimpulan
SHA-256 adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam keamanan digital. Meskipun dasarnya adalah matematika tingkat tinggi, tujuannya sangat sederhana: memberikan identitas unik yang mustahil dipalsukan untuk setiap informasi digital.
